Minggu, 12 April 2015

LAPORAN KIMIA DASAR

LAPORAN SEMESTER PRAKTIKUM
KIMIA DASAR


OLEH :
NOPITA SARI
E10014039


FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2013/2014
KATA PENGANTAR


Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat tuhan yang maha Esa dan juga atas rahmat dan karunianya kami bisa menyelesaikan tugas laporan semester praktikum kimia dasr ini.
Laporan semester praktikum kimia dasr ini diharapkan dapat diterima dan bisa menjadi bahan penilaian dalam semester ini,kami juga berterima kasih kepada teman-teman yang sudah membantu dalam pelaksanaan praktikum maupun dalam menyusun laporan semester praktikum kimia ini,dan tak lupa juga kami berterimakasih kepada dosen dan tim mata kuliah kimia yang telah membimbing kami selama kegiatan praktikum
Kami menyadari bahwa laporan semester praktikum kimia dasar ini belum bisa dikatakan sempurna,oleh karena itu semua saran maupun masukan yang berkaitan dengan perbaikan laporan semesterpraktikum kimia dasar ini sangat kami harapkan.
Akhir kata ,semoga laporan ini berguna dan dapat dimanfaatkan sebagaimana harapan bersama.


                                                                                   Jambi,    Desember 2013


                                                                                            Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR…………………………………………….2
DAFTAR ISI................................................................................. ..3
PENDAHULUAN
               Latar belakang.................................................................. 4
               Tujuan dan manfaat.......................................................... 5
TINJAUAN PUSTAKA................................................................. 6
METODOLOGI DAN PERCOBAA
               Waktu dan tempat.......................................................... 11
               Materi ............................................................................. 11
               Metoda ........................................................................... 12
HASIL DAN PEMBAHASAN.................................................... 18
PENUTUP
               Kesimpulan..................................................................... 25
               Saran .............................................................................. 26
DAFTAR PUSTAKA................................................................... 27






PENDAHULUAN

Latar belakang

            Satu metode untuk memurnikan zat cair adalah destilasi. Metode ini memanfaatkan perbedaan titik didih masing-masing komponen. Penurunan tekanan luar menyebakan larutan akan mendidih pada temperatur lebih rendah. Pemanasan zat cair menyebabkan molekul memasuki fase uap. Destilasi ada dua macam, yaitu distilasi sederhana dan distilasi bertingkat. Filtrasi adalah proses pemisahan padatan dari cairan dengan menggunakan bahan berpori yang hanya dapat dilalui oleh cairan. Sublimasi adalah proses pemurnian suatu zat dengan jalan memanaskan campuran, sehingga dihasilkan sublimat. Ketika iod dipanaskan tidak menguap, sedangkan komponen yang lain tidak. Kristalisasi cara ini berdasarkan perbedaan larutan dari komponen campuran dalam pelarut tertentu.
            Kromatografi adalah sautu teknik pemisahan dan pengidentifikasian campuran berdasarkan perbedaan suatu kecepatan perambatan komponen dalam medium tertentu dan pada kromatografi, komponen-komponennya akan dipisahkan antara dua fase yaitu fase diam dan fase gerak. Kertas kromatografi dibuat dari serat selulosa danselulosa merupakan polimer dari gula sederhana, yaitu glukosa. Kompleksitas tmbul karena serat-serat selulosa berantraksi dengan uap air dari atmosfir sebagaimana dalam hal air yang timbul pada saat pembuatan kertas.
            Stoikiometri berkaitan dengan hubungan kuantitatif antara unsur dalam suatu senyawa dan antar zat dalam suatu reaksi,pengetahuan tentang masa atom dan masa molekul dan mempunyai peranan yang sangat penting dalam pengembangan suatu ekperimen maupun dalam suatu perindustrian, dimana kita dapat mencampurkan zat pereaksi dalam jumlah yang sesuai serta dapat memperkirakan jumlah yang sangat besar.
            Faktor yang mempengaruhi laju reaksi adalah konsentrasi, partikel temperatur dan katalis. Katalisator adalah zat yang ditambahkan ke dalam suatu reaksi dengan maksud memperbesar kecepatan reaksi. Fungsi katalis adalah memperbesar kecepatan reaksi dengan jalan memperkecil energi pengaktifan suatu reaksi dan dibentuknya tahap-tahap reaksi baru.
            Titrasi Oksidasi reduksi (redoks),merupakan bagian terbesar dari analisis volumetri karena metoda ini dapat digunakan untuk sejumlah besar unsur. Selain itu metoda ini digunakan juga untuk menentukan sejumlah zat organic.
             Buret dibuat dari kaca panjang dengan garis skala yang ditera secara teliti. Di ujung bawah terdapat sebuah kran untuk mengaliri aliran cairan yang akan dikeluarkan. Alat ini digunakan untuk memperoleh volum suatu cairan secara teliti dalam ukuran kecil.


Tujuan dan manfaat
Adapun tujuan dari praktikum mengenai pemisahan dan pemurnian, kromatografi, stiokiometri, factor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi dan titrasi reduksi oksidasi adalah untuk mengetahui tentang zat-zat  dan cara untuk pemisahan dan pemurnian, kromatografi, stoikiometri, faktor-faktor yang memperngaruhi laju reaksi dan titrasi oksidasi dan reduksi. Sehingga kita mendapat ilmu yang bermanfaat dimana sebelumnya kita belum mengetahui tentang semua yang tertera diatas dan karna berkat pratikum ini kami sudah mengetahui bagaimana bentuk zat dan reaksi dari paraktikum tersebut.




TINJAUAN PUSTAKA

Pemisahan dan pemurnian
Kristalisasi merupakan salah satu cara pemurnian zat padat yang jamak digunakan, dimana zat tersebut atau zat pada tersebut dilarutkan dalam suatu pelarut. Cara ini bergantung pada kelarutan pada kelarutan  zat dalam pelarut tertentu dikala suhu diperbesar. Karena konsentrasi total impuriti biasanya lebih kecil dari konsentrasi zat yang dimurnikan, bila dingin, maka konsentrasi impuriti yang rendah tetapi dalam larutan sementara produk yang berkonsentrasi tinggi akan mengendap (Arsyad, 2001).

            Garam dapur dan natrium klorida atau NaCL. Zat padat berwarna putih yang dapat diperoleh dengan menguapkan dan memurnikan air laut. Juga dapat dengan netralisasi HCL dengan NaOH berair. NaCL nyaris tak dapat larut dalam alkohol, tetapi laru t dalam air sambil menyedot panas, perubahan kelarutan sangat kecil dengan suhu. (Arsyad, 2001).

            Ada beberapa cara pemisahan campuran : filtrasi pemisahan zat padat dari cairan melalui saringan yang berpori. Kristalisasi pemisahan untuk memperoleh zat padat yang larut dalam cairan. Terbagi 2 yaitu : penguapan dan pendinginan. Destilasi cara memperleh cairan yang dikotori zat terlarut dan becampur dengan cairan lain yang titik didihnya berbeda. (Ronald sitorus, 2002).

            Zat padat umumnya mempunyai titik lebur yang tajam, sedangkan zat padat amorf akan melunak dan kemudian melebur dalam rentangan suhu yang besar. Partikel zat padat amorf sulit dipelajari karena tidak teratur. Oleh sebab itu, permbahasan zat padat hanya membicarakan kristal. (Syukri, 2000).


            Kemudahan suatu endapan dapat disaring dan dicuci tergantung sebagian besar pada struktur morfologi endapan, yaitu bentuk dan ukuran-ukuran kristalnya. Semakin besar kriistal-kristal yang terbentuk selama berlangsung pengendapan, makin mudah mereka dapat disaring dan mungkin sekali makin cepat kristal itu akan turun keluar dari larutan yang lagi-lagi akan membantu penyaringan. (Svehla, 2000).
Kristalisasi merupakan metode pemisahan untuk memperoleh zat padat yang terlarut dalam suatu larutan. Dasar metode ini adalah kelarutan bahan dalam suatu pelarut dan perbedaan titik beku. Kristalisasi ada dua cara yaitu kristalisasi penguapan dan kristalisasi pendinginan (Nisa halimah.2009).

Stiokiometri
Thomas (2005), menyatakan bahwa stoikiometri dari suatu senyawa dapat memperlajari dalam kinetika kimia.
Michael Purba (2005) menyatakan bahwa stoikiometri adalah pengetahuan tentang masa atom dan masa molekul.
J.A Hunt (2004), menyatakan bahwa stoikiometri dari suatu senyawa dinyatakan dalam rumus kimia.
Sudjiwo (2007), menyatakan bahwa perubahan temperatur pada stoikiometri dapat dihitung dengan suhu akhir dikurang suhu awal.
Penicum aracis (2002),menyatakan stoikiometri ialah salah satu cabang ilmu kimia yang mempelajari hubungan dan komposisi-komposisi dari suatu zat dan nilainya.
Stokes B.J (2004), menyatakan bahwa stoikiometri mempunyai peranan sangat penting dalam pengembangan suatu eksperimen maupun dalam suatu perindustrian, dimana kita dapat mencampurkan zat pereaksi dalam jumlah yang sesuai serta dapat memperkirakan jumlah yang sangat besar.

Kromatografi
(Joko, 2008:157) menyatakan bahwa semakin bannyak tinta yang diteteskan , maka semakin lebar pula resapan tintanya. Dan penetesan tintanya jangan terlalu banyak akan mengakibatkan melebarnya tinta warna yang sangat banyak.
(fransisco, 2004) berpendapat bahwa Semakin tinggi volume larutan NaOH semakin rendah temperature yang dihasilkan dan Semakin rendah volume larutan NaOH, maka semakin tinggi temperature yang dihasilkan
Metode kromatografi merupakan suatu teknik pemisahan secara fisika yang menggunakan dua fase yaitu fase diam dan fase gerak. Pemisahan ini terjadi karena adanya perbedaan migrasi yang disebabkan oleh beda koefisien distribusi dari masing-masing komponen. Salah satunya merupakan lapisan stasioner (fase diam) dengan permukaan yang luas dan fase yang lain berupa zat alir (fluida) yang mengalir lambat menembus sepanjang lapisan stasioner. (annisa 2000 : 117)

Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi
(Riccard, 2006:980) Semakin tinggi volume asam maka suhu semakin rendah, Semakin rendah volume asam maka suhu semakin tinggi, begitu pula sebaliknya dengan basa. (sama dengan hasil penelitian yang kami lakukan).
(Rassy,2004:367)stoikiometri (kadang disebut stoikiometri reaksi untuk
membedakannya dari stoikiometri komposisi) adalah ilmu yang mempelajari dan
menghitung hubungan kuantitatif dari reaktan dan produk dalam reaksi kimia
.
Aswad (2001) mengatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi  adalah benda-benda yang mempengaruhi konsentrasi, besar partikel dan temperatur atas laju reaksi.
Bird (2000) mengatakan bahwa kecepatan reaksi tergantung pada ion yang mengandung asam dan dengan adanya natrium tiousulfat maka akan membebaskan iodium telah diasamkan dengan asam sulfat.
Konnaso (2001) mengatakan, bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi adalah pengaruh konsentrasi, pengaruh besar partikel atas laju reaksi, pengaruh temperatur atas laju reaksi, pada temperatur-temperatur atas laju reaksi ini tergantung pada zat-zat pereaksi.
Sahma (2001) mengatakan bahwa laju pertumbuhan butir seng merupakan faktor lain yang mempengaruhi ukuran balon yang akan mengalami pengembangan yang sangat cepat karena dipengaruhi oleh larutan asam klorida dan butiran seng.
Whiskia (2003) mengatakan, bahwa salah satu metode penentu orde reaksi menurut waktu atau reaksi awal dari sederet percobaan. Metode membutuhkan pemetaan yang tepat dari fungsi konsentrasi pereaksi antara waktu yang diperlukan dipergunakan untuk mendapatkan hasil yang tepat.
Sebelum pereaksi terlibat dalam suatu reaksi kimia mereka harus mengadakan kontak lebih dahulu satu sama lain. Terkadang kontak seperti ini cukup untuk memulai reaksi secara spontan. Meskipun demikian dalam banyak kasus di perlukan sumber energi dari luar untuk memenuhi terjadinya reaksi, yaitu untuk menyediakan energi aktivitas reaksi. Magnesium misalnya harus dipanaskan sampai temperaturenya naik terlebih dahulu sebelum bereaksi dengan oksigen dari udara. Sekali reaksi terjadi, reaksinya akan cepat sekali dan menghasilkan banyak panas (Krisbiyanto : 2008).

Titrasi reduksi oksidasi
Pada proses titrasi ini digunakan suatu indikator yaitu suatu zat yg ditambahkan sampai seluruh reaksi selesai yg dinyatakan dgn perubahan warna. Perubahan warna menandakan telah tercapainya titik akhir titrasi (Brady, 2009).
Larutan basa yg akan diteteskan (titran) dimasukkan ke dalam buret (pipa panjang berskala) & jumlah yg terpakai dpt diketahui dari tinggi sebelum & sesudah titrasi. Larutan asam yang dititrasi dimasukkan kedalam gelas kimia (erlenmeyer) dg mengukur volumenya terlebih dahulu dg memakai pipet gondok. Untuk mengamati titik ekivalen, dipakai indikator yang warnanya disekitar titik ekivalen. Dlm titrasi yg diamati adalah titik akhir bukan titik ekivalen (syukri, 2009).
Suatu proses didlm laboratorium utk mengukur jumlah suatu reaktan yg bereaksi sempurna dgn sejumlah reaktan lainnya, dimana reaktan pertama ditambahkan secara kontinu ke dlm reaktan kedua disebut titrasi. Reaktan yang ditambahkan tadi disebut sebagai titrant dan reaktan yang ditambahkan titrant kedalamnya disebut titree.(Thomas,2003)
Didalam beberapa titrasi, titik ekivalen adalah titik selama proses titrasi dimana tepatnya titrant telah cukup ditambahkan untuk bereaksi dengan titree.Salah satu masalah teknis dalam titrasi adalah titik dimana suatu perubahan dapat diamati, terjadi yang untuk mengindikasikan pendekatan yang paling baik ke titik ekivalen. (Kuncoro, 2001)
Secara ideal, titik akhir dan titik ekivalen seharusnya identik, tetapi dalam prakteknya jarang sekali ada orang yang mampu membuat kedua titik tersebut tepat sama, meskipun ada beberapa hal dimana perbedaan antara kedua hal tersebut dapat diabaikan (Snyder, 2006).
Titrasi biasanya merupakan larutan elektrolit kuat seperti NaOH dan HCl yg diperlukan utk bereaksi sempurna oleh zat yang dianalisis yang disebut sebagai titik ekivalen. Perbedaan titik akhir dan titik ekivalen disebut sebagai kesalahan titik akhir. Kesalahan titk akhir adalah kesalahan acak yang berbeda ntuk setiap sistem. Kesalahan ini bersifat aditif dan determinan dan nilainya dapat dihitung. Dengan menggunakan metode potensiometri dan konduktometri, kesalahan titik akhir ditekan sampai nol (Rivai, 2005).
METODOLOGI DAN PERCOBAAN

              WAKTU DAN TEMPAT
              Pada praktikum kimia dasar ini dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 19 Oktober sampai 23 November 2013 yang bertempat dilaboratorium fakultas Sains dan Teknologi Universitas Jambi.

              MATERI
PEMISAHAN DAN PEMURNIAN
Adapun alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah gelas kimia, corong, cawan penguap, gelas ukur 50 mL, pembakar, kaca arloji, kertas saring,sedangkan bahan-bahan yang digunakan adalah garam CuSO4.5H2O, garam dapur, yod, kapur tulis dan pasir.
KROMATOGRAFI
Adapun alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah gelas kimia,  lidi, penggaris, pensil, sedangkan bahan-bahan yang digunakan adalah kertas kromatografi, tinta biru, merah dan hijau (jenis tinta yanglarut didalam air).
STOIKIOMETRI
Adapun alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah gelas reaksi, temometer, rak tabung reaksi, sedangkan bahan yang digunakan adalah larutan CuSO4 1 M, larutan NaOH 2 M, larutan HCl.


FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU REAKSI
Adapun alat-alat yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah balon, stopwatch, rak tabung reaksi, pipet tetes, canwan penguap, pembakar, sedangkan bahan yang digunakan adalah larutan asam klorida (HCl) 1 M,2 M, butiran seng, marmer halus dan marmer kasar, larutan natrium tiosulfat 0,15 M.
TITRASI REDUKSI OKSIDASI
Adapun alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah pipet 25 mL, buret 50 mL, labu titrasi 250 mL, gelas ukur, gelas kimia, sedangkan bahan-bahan yang digunakan adalah larutan tinta cair, larutan H2SO4.

METODA
Adapun metoda dalam praktikum pemisahan dan pemurnian adalah sebagai berikut.
1.      Masukan ±1 sendok pasir kedalam gelas kimia yang sudah diisi dengan air,kemudian aduk sampai merata,kemudian biarkan sampai pasir mengendap,lalu saring air diatas endapan pasir tersebut,kemudian amati.
2.      Masukan ±1 sendok bubuk kapur tulis kedalam gelas kimia yang telah diisi dengan air,kemudian aduk sampai kapur tulis tersebut larut didalam air.siapkan kertas saring dan corong,kemudian sering larutan tersebut menggunakan kertas saring dan corong,kemudian amati.

3.      Larutkan garam dapur didalam gelas kimia dengan air,aduk hingga semua garam dapur larut dalam air,kemudian saring larutan garam tersebut dengan menggunakan kertas saring dan corong,lalu uapkan larutan garam yang telah disaring dengan mnggunakan cawan peguap sampai volume air berkurang,kemudian amati.
4.      Masukan 5 gram garam CuSO4.5H2O kedalam gelas kimia yang berisikan 25 mL air,aduk sampai garam CuSO4.5H2O larut dalam air,kemudian uapkan larutan tersebut dengan cawan penguap sampai volumenya berubah menjadi ±10 mL,kemudian dingin kan beberapa saat,perhatikan bentuk Kristal yang terjadi.
5.      Masukan ±1 sendok pasir dan ±1 sendok garam dapur kedalam gelas kima yang berisikan 20 mL air,kemudian aduk sampai homogen,lalu masukan kedalam cawan penguap,panaskan sampai mendidih,kemudian saring  dengan menggunakan kertas saring dan corong,kemudian zat padat yang tertinggal dikertas saring dicuci sebanyak 2-3 kali dengan ±5 mL air,kemudian air saringan dan air cucian tadi disatukan didalam cawan penguap,panaskan sampai air tersebut sampai hampir habis,kemudian sisihkan biarkan air tersebut menguap sendiri,amati apa yang terjadi.
6.      Masukan ±2 gram yod kedalam cawan penguap yang berisikan ±2 gram pasir,aduk sampai yod seperti terkotori oleh pasir.kemudian tutup cawan tersebut dengan menggunakan kaca arloji yang berisikan ±5 mL,kemudian panaskan perlahan-lahan sampai terbentuk zat padat pada kaca arloji,setelah didinginkan kumpulkan Kristal-kristal tersebut,amati bentuk Kristal yang terbentuk.









Adapun metoda yang digunakan dalam praktikum kromatografi adalah sebagai berikut.
                Jarak noda
          Jarak air
 
              Buatlah garis dengan pensil 1 cm dari ujung bawah kertas kromatografi,lalu buatlah titik dengan tinta hijau digaris tengah garis tersebut,kemudian buatlah titik dengan tinta biru disebelah kiri tinta hijau dengan jarak 2 cm dan buatlah titik dengan  tinta merah disebelah kanan tinta hijau dengan jarak 2 cm,biarkan titik tinta tersebut sampai kering.gulung kertas tersebut sehingga membentuk silinder dengan titi tinta berada diluar,tempatkan kertas tersebut kedalam gelas kimia yang berisi air setinggi ±0,5 cm,sehingga kertas tercelup dalam air(jaga agar titik tinta tidak tercelup atau terendam air),biarkan air merambat kebagian atas kertas.zat warna dalam tinta akan ikut merambat naik,jika air sudah merambat mendekati ujung kertas ,keluarkan kertas .beri tanda pada batas rambat air,perhatikan noda-noda zat warna dalam tinta ,biarkan kertas tersebut menjadi kering,ukur jarak batas air dan jarak tiap-tiap noda zat warna dari garis pensil pada ujung bawah kertas.hitunglah harga perbandingan kedua jarak tersebut dengan rumus
 











Adapun metoda yang digunakan dalam praktikum stiokiometri adalah sebagai berikut,     
      1.            Stoikiometri sistem CuSO-  NaOH
ΔT = TA - TM
 
Gunakan larutan CuSO4 1 M dan NaOH 2 M,masukan kedalam 4 buah gelas reaksi berturut-turut 1, 2, 3,dan 4 mL,kemudian ukur masing-masing larutan NaOH yang ada didalam gelas reaksi terrsebut,dicatat dan kemudian diambil harga rata-ratanya(ini adalah temperature mula-mula atau TM),kemudian masukan kedalam 4 gelas reaksi yang lain berturut-turut  1, 2, 3,dan 4 mL(temperature larutan CuSO4 harus diatur agar sama dengan temperature larutan alkali dalam gelas reaksi sebelum percampuran),kemudian campurkan kedua larutan tersebut yaitu mL larutan NaOH dengan  mL larutan CuSO4, mL larutan NaOh dengan mL larutan CuSO4, mL larutan NaOH dengan mL larutan CuSO4,dan mL larutan NaOH dengan  mL larutan CuSO4.kemudian aduk sampai bercampur,lalu catat temperatur dua larutan yang bercampur tersebut.(temperature percampuran tersebut adalah temperature akhir atau TA),dengan demikin diperoleh harga ΔT untuk setiap kali percampuran larutan NaOH dan CuSO4.

Selanjutnya ,buatlah grafik antara ΔT (sumbu y) dan volume NaOH – CuSO4.



      2.            Stoikiometri Asam – Basa
Masukan kedalam 4 buah gelas piala berturut-turut 1,2,3,dan 4 mL larutan NaOH,kemudian ukur dan catat temperatur masing-masing larutan NaOH yang ada didalam gelas piala (ini adalah temparatur mula-mula atau TM),kemudian masukan kedalam 4 gelas piala yang lain berturut-turut 4,3,2,dan 1 mL larutan HCl,kemudian ukur masing-masing temperaturnya,setelah itu kedua macam larutan dicampurkan sedemikian rupa ,sehingga volume campuran larutan asam dan basa ini selalu tepat yaitu 5 mL,kemudian perubahan temeratur yang terjadi (temperature campuran antara NaOH dengan HCl) diamati dan dicatat sebagai temperature akhir atau TA. dengan demikian  diperoleh harga ΔT untuk setiap kali percampuran asam dengan basa.
ΔT = TA – TM
 
                                               
Selanjutnya ,buatlah grafik antara ΔT (sumbu y) dan volume asam -  basa (sumbu x).
              
Adapun metoda yang digunakan dalam praktikum mengenai factor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi adalah sebagai berikut.
1.      Pengaruh konsentrasi pada laju reaksi.
a.       Reaksi antara seng dengan asam klorida.
Isikan seng sebanyak ± 2 gram kedalam balon ,kemudian pasang balon tersebut pada labu yang mengandung 15 mL asam klorida (HCl) 1 M,kemudian jalankan stopwatch pada saat seng itu dijatuhkan kepada larutan asam klorida (HCl) dan hentikan stopwatch tepat pada saat balon itu berdiri ,catat waktu saat balon berdiri ,kemudian lakukan hal yang sama dengan larutan asam klorida (HCl) 2 M ,kemudian catat hasil pengukuran yang dicapai itu pada lembaran pengamatan.

2.      Pengaruh besar partikel atas laju raeksi.
a.       Reaksi antara kalium karbonat dan asam klorida
Isikan balon dengan ± 2 gram butiran marmer kasar,kemudian pasang balon tersebut pada labu yang sebelumnya telah diisi dengan 15 mL asam klorida 1 M, kemudian jalan stopwatch saat butiran marmer dijatuhkan kedalam larutan asam klorida, ukur waktu yang diperlukan agar balon itu terisi dengan karbon dioksida. Kemudian lakikan hal yang sama dengan menggunakan ± 2 gram marmer yang telah dihaluskan terlebih dahulu,kemudian bandingkan hasil-hasil pengukuran yang diperoleh itu dan terangkan.



3.      Pengaruh temperature atas laju reaksi
a.       Raksi antara natrium tiosulfat dan asam klorida
Masukan kedalam tabung reaksi 2 tetes larutan natrium tiosulfat 0,15 M dan 2 tetes larutan asam klorida 2 M, kemudia buat titi hitam dengan menggunakan pena hitam pada kertas, lalu tempatkan tabung reaksi yang berisikan campuran 2 larutan natrium tiosulfat dan asam klorida tepat diatas titik hitam tersebut,ukur waktu yang diperlukan untuk mengaburkan titik hitam tersebut. Kemudian masukan kedalam tabung reaksi yang lain yaitu 2 tetes natrium tiosulfat 0,15 M dan 2 tetes asam klorida 2 M, siapkan pembakar dan cawan penguap yang berisi air,kemudian didh kan air didalam cawan tersebut sampai mendidih,lalu masukan tabung reaksi yang berisi larutan natrium tiosulfat dan asam klorida kedalam air mendidih yang ada di cawan penguap selama ±10 detik.kemudian buat tanda hitam diatas kertas dengan menggunakan pena hitam,lalu letakan tabung reaksi tersebut tepat diatas titik hitam tersebut,catat waktu yang diperlukan untuk mengaburkan tersebut.

Adapun metoda yang digunakan dalam praktikum titrasi reduksi oksidasi adalah sebagai berikut.

Pipet 10 mL lautan tinta cair kedalam gelas kimia , kemudian titrasikan dengan larutan H2SO4 sehingga terjadi perubahan pada warna (perhatikan : catat volume awal dari larutan H2SO4 sebelum titrasi dan volume akhir H2SO4 setelah titrasi,masukan kedalam table pengamatan).



              

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil yang didapat dalam praktikum pemisahan dan pemurnian adalah sebagai berikut.
Percobaan 1.
Pasir tidak larut dalam air Setelah didiamkan, terbentuk dua fase, dimana pasir mengendap pada dasar beker gelas, hal tersebut dapat terjadi karena massa jenis pasir lebih besar disbanding massa jenis aquades .Kapur bercampur dengan air sehingga air berubah menjadi keruh
Percobaan 2
Kapur bercampur dengan air sehingga air berubah menjadi keruh.Ketika disaring, kapur tulis tersaring di kertas saring karena partikel kapur tulis labih besar daripada air. Sehingga airnya tidak ikut tersaring. Air menjadi jernih kembali.
Percobaan 3
garam bercampur dengan air sehingga menjadi larutan gamran ,dan ketika larutan tersebut di panaskan maka garam tersebut menyublin dan membentuk Kristal karena partikel garam lebih ringan dari pada partikel air.
Percobaan 4
5 gram garam CuSO4 . H2O bercampur dengan 25 mL air menjadi sebuah larutan, kemudian setelah dipanaskan sampai volume menjadi 10 mL, kemudian didinginkan maka terbentuklah Kristal-kristal akibat penyumbliman dari garam tersebut


Percobaan 5
1 sedok pasir dan 1 sendok garam bercampur dengan air 20 mL, kemudian dipanaskan dan setelah itu disaring,lalu zat padat yang masih melekat di kertas saring dicuci dengan 5 mL air kemudian dicampurkan dengan air saringan, kemudian dipanaskan maka terbentuklah Kristal-kristal akibat penyubliman dari garam ,pasir tersebut tertahan akibat berat massa jenisnya.
Percobaan 6
Campuan yod dengan pasir, kemudian ditutup dengan kaca arloji yang berisi 5mL air, kemudian dipanaskan maka muncul asap yang berwarna ungu dan cawan tempat bercampurnya yod dengan pasir menjadi berwarna ungu dan terbentuklah Kristal-kristal seperti bongkahan kaca dikaca arloji tersebut.
Pebahasan pemisahan dan pemurnian
Berdasarkan percobaanyang telah dilakukan pada berbagai jenis campuran. Campuran antara air dan pasir dapat dipisahkan dengan cara diendapkan. Proses pemisahan ini dinamakan dekantasi, Prinsip kerja dekantasi yaitu dilakukan karena perbedaan partikel, massa dan wujudnya yang cukup besar. Dengan dekantasi kita dapat dengan cepat melihat pemisahannya campuran antara air dan pasir sebenarnya dapat dilakukan dengan cara filtrasi tetapi kurang efektif karena memakan waktu yang cukup lama dan membutuhkan banyak kertas saring Terlihat pada endapan pasir yang berada pada dasar beker gelas, hal ini terjadi karena massa jenis pasir lebih berat dari massa jenis air.
Berbeda dengan pemisahan antara pasir dan air, pemisahan campuran air dengan kapur tulis, dipishakan dengan cara filtrasi, prinsip kerjanya yaitu, pemisahan zat dari campurannya melalui penyaringan yang didasarkan pada perbedaan ukuran partikel zat-zat yang bercampur dimana ukuran pertikel lebih kecil dari lubang penyaring akan melewati proses penyaringan sedangkan ukuran pertikel yang lebih besar akan tertahan. Hali ini yang terjadi pada percobaan antara air dengan bubuk kapur tulis, ketika dilakukan penyaringan, bubuk kapur tulis tertahan di kertas saring sedangkan air melewati kertas saring.
Hasil yang didapat dalam praktikum kromatografi adalah sebagai berikut.

Warna tinta
Warna noda
Jarak air
Jarak noda
Jarak noda jarak air
Biru
Biru muda
8,5 cm
3 cm
0,35 cm
Hijau
Hijau muda
8,5 cm
5 cm
0,58 cm
Merah
Merah muda
8,5 cm
1,5 cm
0,17 cm
Pembahasan :pada percobaan diatas menghasilkan perbedaan dari masing-masing percobaan sehingga hasil perbandingan antara jarak noda dan jarak air pun berbeda-beda. Hal ini kemungkinan disebabkan karena jenis air yang digunakan, jenis tinta yang digunakan , besar volume dan perlakuan dalam percobaan.(fransisco, 2004) berpendapat bahwa Semakin tinggi volume larutan NaOH semakin rendah temperature yang dihasilkan dan Semakin rendah volume larutan NaOH, maka semakin tinggi temperature yang dihasilkan. Semakin bannyak tinta yang diteteskan , maka semakin lebar pula resapan tintanya. Dan penetesan tintanya jangan terlalu banyak akan mengakibatkan melebarnya tinta warna yang sangat banyak






Hasil yang diperoleh dari praktikum stiokiometri adalah sebagai berikut.
1.      Stiokiometri CuSO4 – NaOH.
NaOH (mL)         -        CuSO4(mL)
TM
TA
ΔT
1
4
28oC
29oC
1oC
2
3
27,5oC
28oC
0,5oC
3
2
27,8oC
28oC
0,2oC
4
1
27,5oC
28oC
0,5oC
Kesimpulan :pada percobaan diatas menghasil yang berbeda-beda antara percobaan satu dengan yang lain hal ini kemungkinan disebabkan adanya perbedaan suhu dari tiap-tiap larutan yang digunakan, volume larutan yang digunakan, perlakuan yang digunakan dalam praktikum hal  itu lah yang menyebabkan perbedaan suhu akhir dari tiap-tiap percobaan.   
NaOH(mL)         -             HCl(mL)
TM
TA
ΔT
1                                     4
28,5oC
30oC
1,5oC
2                                     3
28,5oC
29,8oC
1,3oC
3                                     2
28,2oC
29,5oC
1,3oC
4                                     1
28,1oC
29oC
0,9oC
2.      Stiokiometri asam – basa
Kesimpulan : pada percobaan diatas menghasil yang berbeda-beda antara percobaan satu dengan yang lain hal ini kemungkinan disebabkan adanya perbedaan suhu dari tiap-tiap larutan yang digunakan, volume larutan yang digunakan, perlakuan yang digunakan dalam praktikum hal  itu lah yang menyebabkan perbedaan suhu akhir dari tiap-tiap percobaan



Hasil yang diperoleh dari praktikum factor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi adalah sebagai berikut.
1.      Reaksi antara seng dengan asam klorida(HCl)
Kosentrasi HCl
Waktu
1,0 M
±10 menit
2,0 M
±10 menit
Kesimpulan : dari praktikum ini dapat disimpulakn bahwa samakin besar jumlah konsentrasi yang digunakan maka semakin cepat pula laju reaksi yang berlangsung,sedangkan jika kosentrasi suatu larutan semakin kecil maka laju reaksi yang berlangsung pun akan semakin lambat.

2.      Reaksi antara kalium karbonat dan asam klorida
Asam klorida (M)
Jenis marmer
Banyak marmer yang digunakan
Waktu
1,0 M
Kasar
2 gram
±10 menit
1,0 M
Halus
2 gram
±10 menit
Kesimpulan : dari percobaan diatas dapat disimpulakn bahwa semakin kecil partikel yang digunakan maka akan semakin cepat laju reaksi yang berlangsung sedangkan semakin besar partikel yang digunakan maka laju reaksi akan semakin lambat.





3.      Reaksi antara natrium tiosulfat dan asam klorida
Natrium tiosulfat 0,15 M +Asam klorida 2M
Perlakuan
Waktu
2 tetes
2 tetes
Tdk dimasukan air panas
±10 menit
2 tetes
2 tetes
Dimasukan air panas
±10 menit
Kesimpulan ;hasil yang diberikan pada kedua percobaan diatas menunjukan perbedaan,hal ini disebabkan oleh suhuatau temperature dari masing masing berbeda dan pada temperature yang tinggi maka laju  reaksi pun akan semakin cepat sedangkan jika temperetur menurun maka laju reaksi pun akan semakin lambat.


Hasil yang diperoleh dari praktikum titrasi reduksi oksidasi adalah sebagai berikut.
Kedudukan buret
Titrasi – 1
Setelah titrasi
50,5 mL
Awal tirasi
48 mL
Jumlah H2SO4 yang digunakan
2,5 mL
Pembahasan :Pada volume 2,5 mL yang dititrasikan kepada tinta biru dapat merubah warnanya sehingga menjadi warna kuning kehijau-hjijauan dengan demikian titrasi selesai berlangsung.


PENUTUP

KESIMPULAN
Pemisahan dan pemurnian ada beberapa cara pemisahan  campuran yaitu filtrasi, kristalisasi, destilasi. Jadi suatu larutan yang dicampurkan dengan air dan kemudian disaring terdapat perbedaan dan hasil saringan tersebut dipanaskan akan terlihat beberapa kristal. Sebagai contoh garam ini merupakan suatu komponen. Bila suatu campuran yod dengan natrium karbonat dapat menimbulkan kristal yang berwarna. Begitupula dengan campuran garam dan pasir, air yang awalnya bening semakin disaring dan dicuci  air saringan tersebut semakin pekat.
Kromatografi adalah suatu teknik pemisahan dan pengidentifikasian campuran berdasarkan perbedaan suatu kecepatan perambatan komponen dalam medium tertentu dan pada kromatografi, komponen-komponenya akan dipisahakan antara dua buah fase yaitu fase diam dan fase gerak. Difase diam akan menahan komponen campuran sedangkan fase gerak akan melarutkan zat komponen campuran. Komponen diam yang mudah tertahan pada fase diam akan tertinggal dan komponen yang mudah larut dalam fase gerak akan dapat bergerak lebih cepat.
Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi adalah semakin besar temperatur yang diberikan maka semakin cepat laju reaksi yang berlangsung. Dan juga semakin besar molaritas maka semakin cepat konsentrasinya. Fungsi katalis adalah memperbesar kecepatan laju raksi dengan jalan memperkecil energi pengaktifan suatu reaksi dan dibentuknya tahap-tahap reaksi baru.
Semakin  lama uapannya bertambah,telah beberapa lama dilakukan pembakaran selama kurang lebih 15 Menit airnnya mendidih, dan dilakukan titrasi, airnya berubah semakin jernih dan ada sedikit endapan kotoran dari cairan KMnO4.
Semakin  lama uapannya bertambah,telah beberapa lama dilakukan pembakaran selama kurang lebih 15 Menit airnnya mendidih, dan dilakukan titrasi, airnya berubah semakin jernih dan ada sedikit endapan kotoran dari cairan KMnO4.
SARAN
Adapun saran saya adalah supaya mahasiswa dalam praktikum bisa mengikuti prosedur dengan baik dan tidak main-main saat praktikum dansupaya apa yang telah kita pelajari dan yang telah dipraktikumkan supaya dipahami betul-betul dan bisa diterapkan dalam kehiduan masyarakat.















DAFTAR PUSTAKA

Annisa 2000 : 117 http://blogspot.com metode kromatografi , di postkan tanggal 11 januari 2002. Diakses tanggal 02 November 2011 pukul 17.00 WIB.
Aswad. Dkk., 2001. Kimia SMA 2. Erlangga. Jakarta.
Arsyad. M. Natsir.2001. Kamus Kimia Arti dan Penjelasan Istilah. Gramedia. Jakarta.
Bird. 2000. Kimia XI A. Jakarta. Erlangga.
B.J Stokes. 2004. Kimia Dasar 3. ITB Press. Bandung.
Fransisco, 2004 http://blogspot.com asam-basa , di postkan tanggal 11 januari 2005. Diakses tanggal 02 November 2011 pukul 17.00 WIB.
http://blogspot-news,pemisahandan pemurnaian _(Nisa halimah.2009). http://blogspot-news,pemisahandan pemurnaian _(Fessenden,2002) ).
http://blogspot-news,pemisahandan pemurnaian (kotz,2006:435-436).
J.A. Hunt. Dkk. 2009. Kimia Universitas Jilid 3. Erlangga. Jakarta.
Keenan. Charles W. Dkk. 2000. Kimia Untuk Universitas Jilid 2. Erlangga. Jakarta
(Joko, 2008:157) http://blogspot.com kromatografi kertas, di postkan tanggal 11 januari 2009. Diakses tanggal 02 November 2011 pukul 17.00 WIB.
Krisbiyanto. Adi. 2008, Panduan Kimia Praktis SMA. Pustaka Widyautama; Jakarta
Konnaso. 2001. Katalis Pada Laju Reaksi. Erlangga. Jakarta.
Purba Michael. 2002. Pemisahan filtrasi destilasi dan kristalisasi. Erlangga. Jakarta.
Rassy,2004:367 http://blogspot.com stoikiometri, di postkan tanggal 11 januari 2004. Diakses tanggal 02 November 2011 pukul 17.00 WIB.
Riccard, 2006:980 http://blogspot.com teori asam-basa, di postkan tanggal 11 januari 2006. Diakses tanggal 02 November 2011 pukul 17.00 WIB.
Sahna. 2001. Buku Ajar Vogel : Analis Anorganik Kuantitatif Makro dan Semimikro. PT Kalman Media Pustaka. Jakarta.
Sitorus. Ronald. 2002. Pemisahan dan Pemurnian. Erlangga. Jakarta.
Syukri.2000. Kimia Dasar 2. ITB Press. Bandung.
Tamrin dan J. Abdul. 2008. Rahasia Penerapan Rumus-Rumus Kimia. Gita Media Pres : Jakarta
Wahyustatistik.blogspot.com/2010/05/laporan-kimia-laju-reaksi.










Tidak ada komentar:

Posting Komentar