LAPORAN
SEMESTER PRAKTIKUM
KIMIA
DASAR

OLEH :
NOPITA SARI
E10014039
FAKULTAS
PETERNAKAN
UNIVERSITAS
JAMBI
2013/2014
KATA
PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat
tuhan yang maha Esa dan juga atas rahmat dan karunianya kami bisa menyelesaikan
tugas laporan semester praktikum kimia dasr ini.
Laporan semester praktikum kimia dasr
ini diharapkan dapat diterima dan bisa menjadi bahan penilaian dalam semester
ini,kami juga berterima kasih kepada teman-teman yang sudah membantu dalam
pelaksanaan praktikum maupun dalam menyusun laporan semester praktikum kimia
ini,dan tak lupa juga kami berterimakasih kepada dosen dan tim mata kuliah
kimia yang telah membimbing kami selama kegiatan praktikum
Kami menyadari bahwa laporan semester
praktikum kimia dasar ini belum bisa dikatakan sempurna,oleh karena itu semua
saran maupun masukan yang berkaitan dengan perbaikan laporan semesterpraktikum
kimia dasar ini sangat kami harapkan.
Akhir kata ,semoga laporan ini berguna
dan dapat dimanfaatkan sebagaimana harapan bersama.
Jambi, Desember 2013
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR…………………………………………….2
DAFTAR ISI................................................................................. ..3
PENDAHULUAN
Latar belakang.................................................................. 4
Tujuan dan manfaat.......................................................... 5
TINJAUAN PUSTAKA................................................................. 6
METODOLOGI DAN
PERCOBAA
Waktu dan tempat.......................................................... 11
Materi ............................................................................. 11
Metoda ........................................................................... 12
HASIL DAN
PEMBAHASAN.................................................... 18
PENUTUP
Kesimpulan..................................................................... 25
Saran .............................................................................. 26
DAFTAR PUSTAKA................................................................... 27
PENDAHULUAN
Latar belakang
Satu metode untuk memurnikan zat cair adalah destilasi. Metode ini memanfaatkan
perbedaan titik didih masing-masing komponen. Penurunan tekanan luar menyebakan
larutan akan mendidih pada temperatur lebih rendah. Pemanasan zat cair
menyebabkan molekul memasuki fase uap. Destilasi ada dua macam, yaitu distilasi
sederhana dan distilasi bertingkat. Filtrasi adalah proses pemisahan padatan
dari cairan dengan menggunakan bahan berpori yang hanya dapat dilalui oleh
cairan. Sublimasi adalah proses pemurnian suatu zat dengan jalan memanaskan
campuran, sehingga dihasilkan sublimat. Ketika iod dipanaskan tidak menguap,
sedangkan komponen yang lain tidak. Kristalisasi cara ini berdasarkan perbedaan
larutan dari komponen campuran dalam pelarut tertentu.
Kromatografi adalah sautu teknik pemisahan dan pengidentifikasian campuran
berdasarkan perbedaan suatu kecepatan perambatan komponen dalam medium tertentu
dan pada kromatografi, komponen-komponennya akan dipisahkan antara dua fase
yaitu fase diam dan fase gerak. Kertas kromatografi dibuat dari serat selulosa
danselulosa merupakan polimer dari gula sederhana, yaitu glukosa. Kompleksitas
tmbul karena serat-serat selulosa berantraksi dengan uap air dari atmosfir
sebagaimana dalam hal air yang timbul pada saat pembuatan kertas.
Stoikiometri berkaitan dengan hubungan kuantitatif antara unsur dalam suatu
senyawa dan antar zat dalam suatu reaksi,pengetahuan tentang masa atom dan masa
molekul dan mempunyai peranan yang sangat penting dalam pengembangan suatu
ekperimen maupun dalam suatu perindustrian, dimana kita dapat mencampurkan zat
pereaksi dalam jumlah yang sesuai serta dapat memperkirakan jumlah yang sangat
besar.
Faktor yang mempengaruhi laju reaksi adalah konsentrasi, partikel temperatur
dan katalis. Katalisator adalah zat yang ditambahkan ke dalam suatu reaksi
dengan maksud memperbesar kecepatan reaksi. Fungsi katalis adalah memperbesar
kecepatan reaksi dengan jalan memperkecil energi pengaktifan suatu reaksi dan
dibentuknya tahap-tahap reaksi baru.
Titrasi Oksidasi reduksi (redoks),merupakan bagian terbesar dari analisis
volumetri karena metoda ini dapat digunakan untuk sejumlah besar unsur. Selain
itu metoda ini digunakan juga untuk menentukan sejumlah zat organic.
Buret dibuat dari kaca panjang dengan garis skala yang ditera secara
teliti. Di ujung bawah terdapat sebuah kran untuk mengaliri aliran cairan yang
akan dikeluarkan. Alat ini digunakan untuk memperoleh volum suatu cairan secara
teliti dalam ukuran kecil.
Tujuan dan manfaat
Adapun tujuan dari
praktikum mengenai pemisahan dan pemurnian, kromatografi, stiokiometri,
factor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi dan titrasi reduksi oksidasi adalah
untuk mengetahui tentang zat-zat dan cara untuk
pemisahan dan pemurnian, kromatografi, stoikiometri, faktor-faktor yang
memperngaruhi laju reaksi dan titrasi oksidasi dan reduksi. Sehingga kita
mendapat ilmu yang bermanfaat dimana sebelumnya kita belum mengetahui tentang
semua yang tertera diatas dan karna berkat pratikum ini kami sudah mengetahui
bagaimana bentuk zat dan reaksi dari paraktikum tersebut.
TINJAUAN PUSTAKA
Pemisahan
dan pemurnian
Kristalisasi
merupakan salah satu cara pemurnian zat padat yang jamak digunakan, dimana zat
tersebut atau zat pada tersebut dilarutkan dalam suatu pelarut. Cara ini
bergantung pada kelarutan pada kelarutan zat dalam pelarut tertentu
dikala suhu diperbesar. Karena konsentrasi total impuriti biasanya lebih kecil dari
konsentrasi zat yang dimurnikan, bila dingin, maka konsentrasi impuriti yang
rendah tetapi dalam larutan sementara produk yang berkonsentrasi tinggi akan
mengendap (Arsyad, 2001).
Garam dapur dan natrium klorida atau NaCL. Zat padat berwarna putih yang dapat
diperoleh dengan menguapkan dan memurnikan air laut. Juga dapat dengan
netralisasi HCL dengan NaOH berair. NaCL nyaris tak dapat larut dalam alkohol,
tetapi laru t dalam air sambil menyedot panas, perubahan kelarutan sangat kecil
dengan suhu. (Arsyad, 2001).
Ada beberapa cara pemisahan campuran : filtrasi pemisahan zat padat dari cairan
melalui saringan yang berpori. Kristalisasi pemisahan untuk memperoleh zat
padat yang larut dalam cairan. Terbagi 2 yaitu : penguapan dan pendinginan.
Destilasi cara memperleh cairan yang dikotori zat terlarut dan becampur dengan
cairan lain yang titik didihnya berbeda. (Ronald sitorus, 2002).
Zat padat umumnya mempunyai titik lebur yang tajam, sedangkan zat padat amorf
akan melunak dan kemudian melebur dalam rentangan suhu yang besar. Partikel zat
padat amorf sulit dipelajari karena tidak teratur. Oleh sebab itu, permbahasan
zat padat hanya membicarakan kristal. (Syukri, 2000).
Kemudahan suatu endapan dapat disaring dan dicuci tergantung sebagian besar
pada struktur morfologi endapan, yaitu bentuk dan ukuran-ukuran kristalnya.
Semakin besar kriistal-kristal yang terbentuk selama berlangsung pengendapan,
makin mudah mereka dapat disaring dan mungkin sekali makin cepat kristal itu
akan turun keluar dari larutan yang lagi-lagi akan membantu penyaringan.
(Svehla, 2000).
Kristalisasi
merupakan metode pemisahan untuk memperoleh zat padat yang terlarut dalam suatu
larutan. Dasar metode ini adalah kelarutan bahan dalam suatu pelarut dan
perbedaan titik beku. Kristalisasi ada dua cara yaitu kristalisasi penguapan
dan kristalisasi pendinginan (Nisa halimah.2009).
Stiokiometri
Thomas (2005),
menyatakan bahwa stoikiometri dari suatu senyawa dapat memperlajari dalam
kinetika kimia.
Michael Purba
(2005) menyatakan bahwa stoikiometri adalah pengetahuan tentang masa atom dan
masa molekul.
J.A Hunt
(2004), menyatakan bahwa stoikiometri dari suatu senyawa dinyatakan dalam rumus
kimia.
Sudjiwo (2007),
menyatakan bahwa perubahan temperatur pada stoikiometri dapat dihitung dengan
suhu akhir dikurang suhu awal.
Penicum aracis
(2002),menyatakan stoikiometri ialah salah satu cabang ilmu kimia yang
mempelajari hubungan dan komposisi-komposisi dari suatu zat dan nilainya.
Stokes B.J
(2004), menyatakan bahwa stoikiometri mempunyai peranan sangat penting dalam
pengembangan suatu eksperimen maupun dalam suatu perindustrian, dimana kita
dapat mencampurkan zat pereaksi dalam jumlah yang sesuai serta dapat
memperkirakan jumlah yang sangat besar.
Kromatografi
(Joko, 2008:157)
menyatakan bahwa semakin bannyak tinta yang diteteskan , maka semakin lebar
pula resapan tintanya. Dan penetesan tintanya jangan terlalu banyak akan
mengakibatkan melebarnya tinta warna yang sangat banyak.
(fransisco, 2004) berpendapat bahwa Semakin tinggi
volume larutan NaOH semakin rendah temperature yang dihasilkan dan Semakin
rendah volume larutan NaOH, maka semakin tinggi temperature yang dihasilkan
Metode
kromatografi merupakan suatu teknik pemisahan secara fisika yang menggunakan
dua fase yaitu fase diam dan fase gerak. Pemisahan ini terjadi karena adanya
perbedaan migrasi yang disebabkan oleh beda koefisien distribusi dari
masing-masing komponen. Salah satunya merupakan lapisan stasioner (fase diam)
dengan permukaan yang luas dan fase yang lain berupa zat alir (fluida) yang
mengalir lambat menembus sepanjang lapisan stasioner. (annisa 2000 : 117)
Faktor-faktor yang mempengaruhi laju
reaksi
(Riccard, 2006:980) Semakin tinggi
volume asam maka suhu semakin rendah, Semakin rendah volume asam maka suhu
semakin tinggi, begitu
pula sebaliknya dengan basa. (sama dengan hasil penelitian yang kami lakukan).
(Rassy,2004:367)stoikiometri
(kadang disebut stoikiometri reaksi untuk
membedakannya dari stoikiometri komposisi) adalah ilmu yang mempelajari dan
menghitung hubungan kuantitatif dari reaktan dan produk dalam reaksi kimia.
membedakannya dari stoikiometri komposisi) adalah ilmu yang mempelajari dan
menghitung hubungan kuantitatif dari reaktan dan produk dalam reaksi kimia.
Aswad (2001) mengatakan bahwa
faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi adalah benda-benda yang
mempengaruhi konsentrasi, besar partikel dan temperatur atas laju reaksi.
Bird (2000) mengatakan bahwa
kecepatan reaksi tergantung pada ion yang mengandung asam dan dengan adanya
natrium tiousulfat maka akan membebaskan iodium telah diasamkan dengan asam
sulfat.
Konnaso (2001) mengatakan, bahwa
faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi adalah pengaruh konsentrasi,
pengaruh besar partikel atas laju reaksi, pengaruh temperatur atas laju reaksi,
pada temperatur-temperatur atas laju reaksi ini tergantung pada zat-zat
pereaksi.
Sahma (2001) mengatakan bahwa laju
pertumbuhan butir seng merupakan faktor lain yang mempengaruhi ukuran balon
yang akan mengalami pengembangan yang sangat cepat karena dipengaruhi oleh
larutan asam klorida dan butiran seng.
Whiskia (2003) mengatakan, bahwa
salah satu metode penentu orde reaksi menurut waktu atau reaksi awal dari
sederet percobaan. Metode membutuhkan pemetaan yang tepat dari fungsi
konsentrasi pereaksi antara waktu yang diperlukan dipergunakan untuk
mendapatkan hasil yang tepat.
Sebelum
pereaksi terlibat dalam suatu reaksi kimia mereka harus mengadakan kontak lebih
dahulu satu sama lain. Terkadang kontak seperti ini cukup untuk memulai reaksi
secara spontan. Meskipun demikian dalam banyak kasus di perlukan sumber energi
dari luar untuk memenuhi terjadinya reaksi, yaitu untuk menyediakan energi
aktivitas reaksi. Magnesium misalnya harus dipanaskan sampai temperaturenya
naik terlebih dahulu sebelum bereaksi dengan oksigen dari udara. Sekali reaksi
terjadi, reaksinya akan cepat sekali dan menghasilkan banyak panas (Krisbiyanto
: 2008).
Titrasi reduksi oksidasi
Pada proses
titrasi ini digunakan suatu indikator yaitu suatu zat yg ditambahkan
sampai seluruh reaksi selesai yg dinyatakan dgn perubahan warna. Perubahan
warna menandakan telah tercapainya titik akhir titrasi (Brady,
2009).
Larutan
basa yg akan diteteskan (titran) dimasukkan ke dalam buret (pipa panjang
berskala) & jumlah yg terpakai dpt diketahui dari tinggi sebelum &
sesudah titrasi. Larutan asam yang dititrasi dimasukkan kedalam gelas
kimia (erlenmeyer) dg mengukur volumenya terlebih dahulu dg memakai pipet
gondok. Untuk mengamati titik ekivalen, dipakai indikator yang warnanya
disekitar titik ekivalen. Dlm titrasi yg diamati adalah
titik akhir bukan titik ekivalen (syukri, 2009).
Suatu
proses didlm laboratorium utk mengukur jumlah suatu reaktan yg bereaksi
sempurna dgn sejumlah reaktan lainnya, dimana reaktan pertama ditambahkan
secara kontinu ke dlm reaktan kedua disebut titrasi. Reaktan yang
ditambahkan tadi disebut sebagai titrant dan reaktan yang ditambahkan titrant
kedalamnya disebut titree.(Thomas,2003)
Didalam
beberapa titrasi, titik ekivalen adalah titik selama proses
titrasi dimana tepatnya titrant telah cukup ditambahkan untuk bereaksi dengan
titree.Salah satu masalah teknis dalam titrasi adalah titik dimana
suatu perubahan dapat diamati, terjadi yang untuk mengindikasikan pendekatan
yang paling baik ke titik ekivalen. (Kuncoro, 2001)
Secara
ideal, titik akhir dan titik ekivalen seharusnya identik, tetapi dalam
prakteknya jarang sekali ada orang yang mampu membuat kedua titik tersebut
tepat sama, meskipun ada beberapa hal dimana perbedaan antara kedua hal
tersebut dapat diabaikan (Snyder, 2006).
Titrasi biasanya
merupakan larutan elektrolit kuat seperti NaOH dan HCl yg
diperlukan utk bereaksi sempurna oleh zat yang dianalisis yang disebut sebagai
titik ekivalen. Perbedaan titik akhir dan titik ekivalen disebut sebagai
kesalahan titik akhir. Kesalahan titk akhir adalah kesalahan acak yang berbeda
ntuk setiap sistem. Kesalahan ini bersifat aditif dan determinan dan nilainya
dapat dihitung. Dengan menggunakan metode potensiometri dan
konduktometri, kesalahan titik akhir ditekan sampai nol (Rivai, 2005).
METODOLOGI
DAN PERCOBAAN
WAKTU DAN TEMPAT
Pada praktikum kimia dasar ini
dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 19 Oktober sampai 23 November 2013 yang
bertempat dilaboratorium fakultas Sains dan Teknologi Universitas Jambi.
MATERI
PEMISAHAN DAN PEMURNIAN
Adapun alat-alat yang
digunakan dalam praktikum ini adalah gelas kimia, corong, cawan penguap, gelas
ukur 50 mL, pembakar, kaca arloji, kertas saring,sedangkan bahan-bahan yang
digunakan adalah garam CuSO4.5H2O, garam dapur, yod,
kapur tulis dan pasir.
KROMATOGRAFI
Adapun alat-alat yang
digunakan dalam praktikum ini adalah gelas kimia, lidi, penggaris, pensil, sedangkan
bahan-bahan yang digunakan adalah kertas kromatografi, tinta biru, merah dan
hijau (jenis tinta yanglarut didalam air).
STOIKIOMETRI
Adapun alat-alat yang digunakan dalam
praktikum ini adalah gelas reaksi, temometer, rak tabung reaksi, sedangkan
bahan yang digunakan adalah larutan CuSO4 1 M, larutan NaOH 2 M,
larutan HCl.
FAKTOR-FAKTOR
YANG MEMPENGARUHI LAJU REAKSI
Adapun alat-alat yang digunakan dalam
praktikum kali ini adalah balon, stopwatch, rak tabung reaksi, pipet tetes,
canwan penguap, pembakar, sedangkan bahan yang digunakan adalah larutan asam
klorida (HCl) 1 M,2 M, butiran seng, marmer halus dan marmer kasar, larutan
natrium tiosulfat 0,15 M.
TITRASI
REDUKSI OKSIDASI
Adapun alat-alat yang
digunakan dalam praktikum ini adalah pipet 25 mL, buret 50 mL, labu titrasi 250
mL, gelas ukur, gelas kimia, sedangkan bahan-bahan yang digunakan adalah
larutan tinta cair, larutan H2SO4.
METODA
Adapun
metoda dalam praktikum pemisahan dan pemurnian adalah sebagai berikut.
1.
Masukan ±1 sendok pasir kedalam gelas
kimia yang sudah diisi dengan air,kemudian aduk sampai merata,kemudian biarkan
sampai pasir mengendap,lalu saring air diatas endapan pasir tersebut,kemudian
amati.
2.
Masukan ±1 sendok bubuk kapur tulis
kedalam gelas kimia yang telah diisi dengan air,kemudian aduk sampai kapur
tulis tersebut larut didalam air.siapkan kertas saring dan corong,kemudian
sering larutan tersebut menggunakan kertas saring dan corong,kemudian amati.
3.
Larutkan garam dapur didalam gelas kimia
dengan air,aduk hingga semua garam dapur larut dalam air,kemudian saring
larutan garam tersebut dengan menggunakan kertas saring dan corong,lalu uapkan
larutan garam yang telah disaring dengan mnggunakan cawan peguap sampai volume
air berkurang,kemudian amati.
4.
Masukan 5 gram garam CuSO4.5H2O
kedalam gelas kimia yang berisikan 25 mL air,aduk sampai garam CuSO4.5H2O
larut dalam air,kemudian uapkan larutan tersebut dengan cawan penguap sampai
volumenya berubah menjadi ±10 mL,kemudian dingin kan beberapa saat,perhatikan
bentuk Kristal yang terjadi.
5.
Masukan ±1 sendok pasir dan ±1 sendok
garam dapur kedalam gelas kima yang berisikan 20 mL air,kemudian aduk sampai homogen,lalu
masukan kedalam cawan penguap,panaskan sampai mendidih,kemudian saring dengan menggunakan kertas saring dan
corong,kemudian zat padat yang tertinggal dikertas saring dicuci sebanyak 2-3
kali dengan ±5 mL air,kemudian air saringan dan air cucian tadi disatukan
didalam cawan penguap,panaskan sampai air tersebut sampai hampir habis,kemudian
sisihkan biarkan air tersebut menguap sendiri,amati apa yang terjadi.
6.
Masukan ±2 gram yod kedalam cawan
penguap yang berisikan ±2 gram pasir,aduk sampai yod seperti terkotori oleh
pasir.kemudian tutup cawan tersebut dengan menggunakan kaca arloji yang
berisikan ±5 mL,kemudian panaskan perlahan-lahan sampai terbentuk zat padat
pada kaca arloji,setelah didinginkan kumpulkan Kristal-kristal tersebut,amati
bentuk Kristal yang terbentuk.
Adapun metoda yang digunakan dalam
praktikum kromatografi adalah sebagai berikut.
|
Buatlah
garis dengan pensil 1 cm dari ujung bawah kertas kromatografi,lalu buatlah
titik dengan tinta hijau digaris tengah garis tersebut,kemudian buatlah titik
dengan tinta biru disebelah kiri tinta hijau dengan jarak 2 cm dan buatlah
titik dengan tinta merah disebelah kanan
tinta hijau dengan jarak 2 cm,biarkan titik tinta tersebut sampai kering.gulung
kertas tersebut sehingga membentuk silinder dengan titi tinta berada
diluar,tempatkan kertas tersebut kedalam gelas kimia yang berisi air setinggi
±0,5 cm,sehingga kertas tercelup dalam air(jaga agar titik tinta tidak tercelup
atau terendam air),biarkan air merambat kebagian atas kertas.zat warna dalam
tinta akan ikut merambat naik,jika air sudah merambat mendekati ujung kertas
,keluarkan kertas .beri tanda pada batas rambat air,perhatikan noda-noda zat
warna dalam tinta ,biarkan kertas tersebut menjadi kering,ukur jarak batas air
dan jarak tiap-tiap noda zat warna dari garis pensil pada ujung bawah
kertas.hitunglah harga perbandingan kedua jarak tersebut dengan rumus
Adapun
metoda yang digunakan dalam praktikum stiokiometri adalah sebagai berikut,
1.
Stoikiometri sistem CuSO4 - NaOH
|
Gunakan larutan CuSO4 1 M dan NaOH 2
M,masukan kedalam 4 buah gelas reaksi berturut-turut 1, 2, 3,dan 4 mL,kemudian
ukur masing-masing larutan NaOH yang ada didalam gelas reaksi terrsebut,dicatat
dan kemudian diambil harga rata-ratanya(ini adalah temperature mula-mula atau TM),kemudian
masukan kedalam 4 gelas reaksi yang lain berturut-turut 1, 2, 3,dan 4 mL(temperature larutan CuSO4
harus diatur agar sama dengan temperature larutan alkali dalam gelas reaksi
sebelum percampuran),kemudian campurkan kedua larutan tersebut yaitu mL larutan
NaOH dengan mL larutan CuSO4,
mL larutan NaOh dengan mL larutan CuSO4, mL larutan NaOH dengan mL
larutan CuSO4,dan mL larutan NaOH dengan mL larutan CuSO4.kemudian aduk
sampai bercampur,lalu catat temperatur dua larutan yang bercampur tersebut.(temperature
percampuran tersebut adalah temperature akhir atau TA),dengan
demikin diperoleh harga ΔT untuk setiap kali percampuran larutan NaOH dan CuSO4.
Selanjutnya
,buatlah grafik antara ΔT (sumbu y) dan volume NaOH – CuSO4.
2.
Stoikiometri Asam – Basa
Masukan
kedalam 4 buah gelas piala berturut-turut 1,2,3,dan 4 mL larutan NaOH,kemudian
ukur dan catat temperatur masing-masing larutan NaOH yang ada didalam gelas
piala (ini adalah temparatur mula-mula atau TM),kemudian masukan
kedalam 4 gelas piala yang lain berturut-turut 4,3,2,dan 1 mL larutan
HCl,kemudian ukur masing-masing temperaturnya,setelah itu kedua macam larutan
dicampurkan sedemikian rupa ,sehingga volume campuran larutan asam dan basa ini
selalu tepat yaitu 5 mL,kemudian perubahan temeratur yang terjadi (temperature
campuran antara NaOH dengan HCl) diamati dan dicatat sebagai temperature akhir
atau TA. dengan demikian
diperoleh harga ΔT untuk setiap kali percampuran asam dengan basa.
|
Selanjutnya
,buatlah grafik antara ΔT (sumbu y) dan volume asam - basa (sumbu x).
Adapun
metoda yang digunakan dalam praktikum mengenai factor-faktor yang mempengaruhi
laju reaksi adalah sebagai berikut.
1. Pengaruh
konsentrasi pada laju reaksi.
a.
Reaksi antara seng dengan asam klorida.
Isikan seng sebanyak ± 2 gram
kedalam balon ,kemudian pasang balon tersebut pada labu yang mengandung 15 mL
asam klorida (HCl) 1 M,kemudian jalankan stopwatch pada saat seng itu
dijatuhkan kepada larutan asam klorida (HCl) dan hentikan stopwatch tepat pada
saat balon itu berdiri ,catat waktu saat balon berdiri ,kemudian lakukan hal
yang sama dengan larutan asam klorida (HCl) 2 M ,kemudian catat hasil
pengukuran yang dicapai itu pada lembaran pengamatan.
2. Pengaruh
besar partikel atas laju raeksi.
a.
Reaksi antara kalium karbonat dan asam
klorida
Isikan balon dengan ± 2 gram
butiran marmer kasar,kemudian pasang balon tersebut pada labu yang sebelumnya
telah diisi dengan 15 mL asam klorida 1 M, kemudian jalan stopwatch saat
butiran marmer dijatuhkan kedalam larutan asam klorida, ukur waktu yang
diperlukan agar balon itu terisi dengan karbon dioksida. Kemudian lakikan hal
yang sama dengan menggunakan ± 2 gram marmer yang telah dihaluskan terlebih
dahulu,kemudian bandingkan hasil-hasil pengukuran yang diperoleh itu dan
terangkan.
3. Pengaruh
temperature atas laju reaksi
a.
Raksi antara natrium tiosulfat dan asam
klorida
Masukan kedalam tabung reaksi 2
tetes larutan natrium tiosulfat 0,15 M dan 2 tetes larutan asam klorida 2 M,
kemudia buat titi hitam dengan menggunakan pena hitam pada kertas, lalu
tempatkan tabung reaksi yang berisikan campuran 2 larutan natrium tiosulfat dan
asam klorida tepat diatas titik hitam tersebut,ukur waktu yang diperlukan untuk
mengaburkan titik hitam tersebut. Kemudian masukan kedalam tabung reaksi yang
lain yaitu 2 tetes natrium tiosulfat 0,15 M dan 2 tetes asam klorida 2 M,
siapkan pembakar dan cawan penguap yang berisi air,kemudian didh kan air
didalam cawan tersebut sampai mendidih,lalu masukan tabung reaksi yang berisi
larutan natrium tiosulfat dan asam klorida kedalam air mendidih yang ada di
cawan penguap selama ±10 detik.kemudian buat tanda hitam diatas kertas dengan
menggunakan pena hitam,lalu letakan tabung reaksi tersebut tepat diatas titik
hitam tersebut,catat waktu yang diperlukan untuk mengaburkan tersebut.
Adapun
metoda yang digunakan dalam praktikum titrasi reduksi oksidasi adalah sebagai
berikut.
Pipet
10 mL lautan tinta cair kedalam gelas kimia , kemudian titrasikan dengan
larutan H2SO4 sehingga terjadi perubahan pada warna
(perhatikan : catat volume awal dari larutan H2SO4 sebelum
titrasi dan volume akhir H2SO4 setelah titrasi,masukan
kedalam table pengamatan).
HASIL
DAN PEMBAHASAN
Hasil yang didapat
dalam praktikum pemisahan dan pemurnian adalah sebagai berikut.
Percobaan 1.
Pasir tidak larut dalam air Setelah
didiamkan, terbentuk dua fase, dimana pasir mengendap pada dasar beker gelas,
hal tersebut dapat terjadi karena massa jenis pasir lebih besar disbanding
massa jenis aquades .Kapur bercampur dengan air sehingga air berubah menjadi
keruh
Percobaan
2
Kapur bercampur dengan air sehingga
air berubah menjadi keruh.Ketika disaring, kapur tulis tersaring di kertas
saring karena partikel kapur tulis labih besar daripada air. Sehingga airnya
tidak ikut tersaring. Air menjadi jernih kembali.
Percobaan
3
garam bercampur dengan air sehingga
menjadi larutan gamran ,dan ketika larutan tersebut di panaskan maka garam
tersebut menyublin dan membentuk Kristal karena partikel garam lebih ringan
dari pada partikel air.
Percobaan
4
5 gram garam CuSO4 . H2O bercampur
dengan 25 mL air menjadi sebuah larutan, kemudian setelah dipanaskan sampai
volume menjadi 10 mL, kemudian didinginkan maka terbentuklah Kristal-kristal
akibat penyumbliman dari garam tersebut
Percobaan
5
1 sedok pasir dan 1 sendok garam
bercampur dengan air 20 mL, kemudian dipanaskan dan setelah itu disaring,lalu
zat padat yang masih melekat di kertas saring dicuci dengan 5 mL air kemudian
dicampurkan dengan air saringan, kemudian dipanaskan maka terbentuklah
Kristal-kristal akibat penyubliman dari garam ,pasir tersebut tertahan akibat
berat massa jenisnya.
Percobaan
6
Campuan yod dengan pasir, kemudian
ditutup dengan kaca arloji yang berisi 5mL air, kemudian dipanaskan maka muncul
asap yang berwarna ungu dan cawan tempat bercampurnya yod dengan pasir menjadi
berwarna ungu dan terbentuklah Kristal-kristal seperti bongkahan kaca dikaca
arloji tersebut.
Pebahasan pemisahan dan pemurnian
Berdasarkan percobaanyang telah
dilakukan pada berbagai jenis campuran. Campuran antara air dan pasir dapat
dipisahkan dengan cara diendapkan. Proses pemisahan ini dinamakan dekantasi,
Prinsip kerja dekantasi yaitu dilakukan karena perbedaan partikel, massa dan
wujudnya yang cukup besar. Dengan dekantasi kita dapat dengan cepat melihat
pemisahannya campuran antara air dan pasir sebenarnya dapat dilakukan dengan
cara filtrasi tetapi kurang efektif karena memakan waktu yang cukup lama dan
membutuhkan banyak kertas saring Terlihat pada endapan pasir yang berada pada
dasar beker gelas, hal ini terjadi karena massa jenis pasir lebih berat dari
massa jenis air.
Berbeda dengan pemisahan antara
pasir dan air, pemisahan campuran air dengan kapur tulis, dipishakan dengan
cara filtrasi, prinsip kerjanya yaitu, pemisahan zat dari campurannya melalui
penyaringan yang didasarkan pada perbedaan ukuran partikel zat-zat yang
bercampur dimana ukuran pertikel lebih kecil dari lubang penyaring akan
melewati proses penyaringan sedangkan ukuran pertikel yang lebih besar akan
tertahan. Hali ini yang terjadi pada percobaan antara air dengan
bubuk kapur tulis, ketika dilakukan penyaringan, bubuk kapur tulis tertahan di
kertas saring sedangkan air melewati kertas saring.
Hasil
yang didapat dalam praktikum kromatografi adalah sebagai berikut.
|
Warna tinta
|
Warna noda
|
Jarak air
|
Jarak noda
|
Jarak noda jarak
air
|
|
Biru
|
Biru muda
|
8,5 cm
|
3 cm
|
0,35 cm
|
|
Hijau
|
Hijau muda
|
8,5 cm
|
5 cm
|
0,58 cm
|
|
Merah
|
Merah muda
|
8,5 cm
|
1,5 cm
|
0,17 cm
|
Pembahasan :pada
percobaan diatas menghasilkan perbedaan dari masing-masing percobaan sehingga
hasil perbandingan antara jarak noda dan jarak air pun berbeda-beda. Hal ini
kemungkinan disebabkan karena jenis air yang digunakan, jenis tinta yang
digunakan , besar volume dan perlakuan dalam percobaan.(fransisco, 2004) berpendapat bahwa Semakin tinggi
volume larutan NaOH semakin rendah temperature yang dihasilkan dan Semakin
rendah volume larutan NaOH, maka semakin tinggi temperature yang dihasilkan. Semakin
bannyak tinta yang diteteskan , maka semakin lebar pula resapan tintanya. Dan
penetesan tintanya jangan terlalu banyak akan mengakibatkan melebarnya tinta
warna yang sangat banyak
Hasil
yang diperoleh dari praktikum stiokiometri adalah sebagai berikut.
1. Stiokiometri
CuSO4 – NaOH.
|
NaOH (mL) - CuSO4(mL)
|
TM
|
TA
|
ΔT
|
|
|
1
|
4
|
28oC
|
29oC
|
1oC
|
|
2
|
3
|
27,5oC
|
28oC
|
0,5oC
|
|
3
|
2
|
27,8oC
|
28oC
|
0,2oC
|
|
4
|
1
|
27,5oC
|
28oC
|
0,5oC
|
Kesimpulan
:pada percobaan diatas menghasil yang berbeda-beda antara percobaan satu dengan
yang lain hal ini kemungkinan disebabkan adanya perbedaan suhu dari tiap-tiap
larutan yang digunakan, volume larutan yang digunakan, perlakuan yang digunakan
dalam praktikum hal itu lah yang
menyebabkan perbedaan suhu akhir dari tiap-tiap percobaan.

|
NaOH(mL) - HCl(mL)
|
TM
|
TA
|
ΔT
|
|
1 4
|
28,5oC
|
30oC
|
1,5oC
|
|
2 3
|
28,5oC
|
29,8oC
|
1,3oC
|
|
3 2
|
28,2oC
|
29,5oC
|
1,3oC
|
|
4 1
|
28,1oC
|
29oC
|
0,9oC
|
2. Stiokiometri
asam – basa
Kesimpulan
: pada percobaan diatas menghasil yang berbeda-beda antara percobaan satu
dengan yang lain hal ini kemungkinan disebabkan adanya perbedaan suhu dari
tiap-tiap larutan yang digunakan, volume larutan yang digunakan, perlakuan yang
digunakan dalam praktikum hal itu lah
yang menyebabkan perbedaan suhu akhir dari tiap-tiap percobaan

Hasil
yang diperoleh dari praktikum factor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi
adalah sebagai berikut.
1. Reaksi
antara seng dengan asam klorida(HCl)
|
Kosentrasi HCl
|
Waktu
|
|
1,0 M
|
±10 menit
|
|
2,0 M
|
±10 menit
|
Kesimpulan
: dari praktikum ini dapat disimpulakn bahwa samakin besar jumlah konsentrasi
yang digunakan maka semakin cepat pula laju reaksi yang berlangsung,sedangkan
jika kosentrasi suatu larutan semakin kecil maka laju reaksi yang berlangsung
pun akan semakin lambat.
2. Reaksi
antara kalium karbonat dan asam klorida
|
Asam klorida (M)
|
Jenis marmer
|
Banyak marmer yang
digunakan
|
Waktu
|
|
1,0 M
|
Kasar
|
2 gram
|
±10 menit
|
|
1,0 M
|
Halus
|
2 gram
|
±10 menit
|
Kesimpulan
: dari percobaan diatas dapat disimpulakn bahwa semakin kecil partikel yang
digunakan maka akan semakin cepat laju reaksi yang berlangsung sedangkan
semakin besar partikel yang digunakan maka laju reaksi akan semakin lambat.
3. Reaksi
antara natrium tiosulfat dan asam klorida
|
Natrium tiosulfat
0,15 M +Asam klorida 2M
|
Perlakuan
|
Waktu
|
|
|
2 tetes
|
2 tetes
|
Tdk dimasukan air panas
|
±10 menit
|
|
2 tetes
|
2 tetes
|
Dimasukan air panas
|
±10 menit
|
Kesimpulan
;hasil yang diberikan pada kedua percobaan diatas menunjukan perbedaan,hal ini
disebabkan oleh suhuatau temperature dari masing masing berbeda dan pada
temperature yang tinggi maka laju reaksi
pun akan semakin cepat sedangkan jika temperetur menurun maka laju reaksi pun
akan semakin lambat.
Hasil
yang diperoleh dari praktikum titrasi reduksi oksidasi adalah sebagai berikut.
|
Kedudukan buret
|
Titrasi – 1
|
|
Setelah
titrasi
|
50,5 mL
|
|
Awal
tirasi
|
48 mL
|
|
Jumlah
H2SO4 yang digunakan
|
2,5 mL
|
Pembahasan
:Pada volume 2,5 mL yang dititrasikan kepada tinta biru dapat merubah warnanya
sehingga menjadi warna kuning kehijau-hjijauan dengan demikian titrasi selesai
berlangsung.
PENUTUP
KESIMPULAN
Pemisahan dan
pemurnian ada beberapa cara pemisahan campuran yaitu filtrasi,
kristalisasi, destilasi. Jadi suatu larutan yang dicampurkan dengan air dan
kemudian disaring terdapat perbedaan dan hasil saringan tersebut dipanaskan
akan terlihat beberapa kristal. Sebagai contoh garam ini merupakan suatu
komponen. Bila suatu campuran yod dengan natrium karbonat dapat menimbulkan
kristal yang berwarna. Begitupula dengan campuran garam dan pasir, air yang
awalnya bening semakin disaring dan dicuci air saringan tersebut semakin
pekat.
Kromatografi
adalah suatu teknik pemisahan dan pengidentifikasian campuran berdasarkan
perbedaan suatu kecepatan perambatan komponen dalam medium tertentu dan pada
kromatografi, komponen-komponenya akan dipisahakan antara dua buah fase yaitu
fase diam dan fase gerak. Difase diam akan menahan komponen campuran sedangkan
fase gerak akan melarutkan zat komponen campuran. Komponen diam yang mudah
tertahan pada fase diam akan tertinggal dan komponen yang mudah larut dalam
fase gerak akan dapat bergerak lebih cepat.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi laju reaksi adalah semakin besar temperatur yang diberikan
maka semakin cepat laju reaksi yang berlangsung. Dan juga semakin besar molaritas
maka semakin cepat konsentrasinya. Fungsi katalis adalah memperbesar kecepatan
laju raksi dengan jalan memperkecil energi pengaktifan suatu reaksi dan
dibentuknya tahap-tahap reaksi baru.
Semakin
lama uapannya bertambah,telah beberapa lama dilakukan pembakaran selama kurang
lebih 15 Menit airnnya mendidih, dan dilakukan titrasi, airnya berubah semakin
jernih dan ada sedikit endapan kotoran dari cairan KMnO4.
Semakin
lama uapannya bertambah,telah beberapa lama dilakukan pembakaran selama kurang
lebih 15 Menit airnnya mendidih, dan dilakukan titrasi, airnya berubah semakin
jernih dan ada sedikit endapan kotoran dari cairan KMnO4.
SARAN
Adapun saran saya adalah supaya
mahasiswa dalam praktikum bisa mengikuti prosedur dengan baik dan tidak
main-main saat praktikum dansupaya apa yang telah kita pelajari dan yang telah
dipraktikumkan supaya dipahami betul-betul dan bisa diterapkan dalam kehiduan
masyarakat.
DAFTAR
PUSTAKA
Annisa
2000 : 117 http://blogspot.com metode kromatografi , di postkan tanggal 11 januari
2002. Diakses tanggal 02 November 2011 pukul 17.00 WIB.
Aswad. Dkk.,
2001. Kimia SMA 2. Erlangga. Jakarta.
Arsyad. M. Natsir.2001. Kamus Kimia Arti dan Penjelasan
Istilah. Gramedia. Jakarta.
Bird. 2000.
Kimia XI A. Jakarta. Erlangga.
B.J Stokes.
2004. Kimia Dasar 3. ITB Press. Bandung.
Fransisco,
2004 http://blogspot.com asam-basa , di postkan tanggal 11 januari
2005. Diakses tanggal 02 November 2011 pukul 17.00 WIB.
http://blogspot-news,pemisahandan
pemurnaian _(Nisa halimah.2009). http://blogspot-news,pemisahandan
pemurnaian _(Fessenden,2002)
).
J.A. Hunt. Dkk.
2009. Kimia Universitas Jilid 3. Erlangga. Jakarta.
Keenan. Charles W. Dkk. 2000. Kimia Untuk Universitas
Jilid 2. Erlangga. Jakarta
(Joko,
2008:157) http://blogspot.com kromatografi kertas, di postkan tanggal 11 januari
2009. Diakses tanggal 02 November 2011 pukul 17.00 WIB.
Krisbiyanto. Adi. 2008, Panduan Kimia Praktis SMA.
Pustaka Widyautama; Jakarta
Konnaso. 2001.
Katalis Pada Laju Reaksi. Erlangga. Jakarta.
Purba Michael. 2002. Pemisahan filtrasi destilasi dan
kristalisasi. Erlangga. Jakarta.
Rassy,2004:367
http://blogspot.com stoikiometri, di postkan tanggal 11 januari 2004. Diakses tanggal 02
November 2011 pukul 17.00 WIB.
Riccard,
2006:980 http://blogspot.com teori asam-basa, di postkan tanggal 11 januari
2006. Diakses tanggal 02 November 2011 pukul 17.00 WIB.
Sahna. 2001. Buku Ajar Vogel : Analis
Anorganik Kuantitatif Makro dan Semimikro. PT Kalman Media Pustaka. Jakarta.
Sitorus.
Ronald. 2002. Pemisahan dan Pemurnian. Erlangga. Jakarta.
Syukri.2000.
Kimia Dasar 2. ITB Press. Bandung.
Tamrin dan J. Abdul. 2008. Rahasia Penerapan Rumus-Rumus Kimia.
Gita Media Pres : Jakarta
Wahyustatistik.blogspot.com/2010/05/laporan-kimia-laju-reaksi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar